Cara Yang Benar Merawat Induk Sriti Kembang

Merawat induk sriti kembang

Perawatan induk terpilih harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar tujuan budi daya tercapai. Proses menyeleksi induk burung sriti kembang yang baik  sangatlah di  utamakan karena demi kelangsungan budidaya burung sriti kembang. Setelah mendapatkan indukan yang baik langkah berikutnya adalah merawat indukan tersebut berikut ini langkah-langkah perawatan induk sriti kembang.

A. Adaptasi
Adaptasi atau proses penyesuaian sangat diperlukan untuk mengubah kebiasaannya dari alam bebas ke ruang terbatas. Proses adaptasi dilakukan dengan cara memasukkan burung ke dalam ruang karantina. Ruang karantina berupa kamar kosong berukuran 4 m x 4 m yang dapat menampung lima pasang sriti kembang.

Proses adaptasi meliputi cara makan dan minum. Di habitat asli, sriti kembang menyantap makanannya dengan cara menyambar sambil terbang. Namun, dalam ruang terbatas, cara makan ini diubah menjadi mematuk. Cara minum di alam pun dengan menyambar. Cara minum ini diubah dengan melatihnya agar mau minum di tempat yang disediakan seperti ember.

B. Pemberian pakan
Selama dalam perawatan, induk seriti kembang diberi pakan berupa kroto, ulat hongkong, serangga terbang, dan laron. Porsi pakan tersebut harus cukup.

Kroto
Kroto yang diberikan dapat berupa kroto segar dan kroto yang diawetkan di lemari es. Kroto segar merupakan makanan pokok sehari-hari bagi burung. Sebelum diberikan, kroto perlu dipisahkan dari semut-semutnya. Bila dibiarkan, semut dapat menggigit mata burung hingga menyebabkan kebutaan. Sementara kroto yang diawetkan di lemari es perlu diangin-anginkan dahulu sebelum diberikan agar tidak terasa dingin. Seriti kembang tidak ingin memakan kroto yang sudah basi.

Pemberian pakan ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu pagi sekitar pukul 07.00, siang sekitar pukul 13.00, dan sore sekitar pukul 16.00. Setiap sepuluh pasang seriti kembang menbutuhkan kroto sekitar 2 ons/hari.

Ulat hongkong
Pemberian ulat hongkong sebagai pakan seriti kembang tidak setiap hari, cukup 1—2 kali seminggu. Bila diberikan terus-menerus, akan terjadi pembengkakan yang berakhir pada kebutaan dan kematian. Dapat dipahami bila ada petemak yang hanya memberikan ulat hongkong secara terus-menerus karena harganya lebih murah dibanding kroto. Di pasaran pun ulat hongkong ini selalu tersedia, sedangkan kroto tidak setiap hari tersedia.

Serangga terbang
Serangga terbang dapat dihasilkan dari gaplek dan bekatul. Sriti kembang memakan serangga terbang dengan cara menyambar. Serangga yang tidak termakan burung terkadang keluar dari gedung dan menjadi makanan sriti atau walet di sekitar gedung. Bila serangga terbang yang dihasilkan cukup banyak dan terus-menerus, lokasi sekitar gedung mungkin dapat menjadi tempat walet atau seriti memburu makanan. Hal ini sangat baik karena akan semakin mendekatkan pada tujuan untuk membudidayakan walet. Gaplek atau bekatul sebagai penghasil serangga terbang tidak boleh terkena air karena akan menimbulkan bau busuk dan tidak akan dihasilkan serangga terbang.

Sampah organik seperti dedaunan, buah busuk, pisang, pepaya, jerami, nangka, dan jagung rebus pun dapat menghasilkan serangga terbang meskipun hanya serangga kecil. Namun, bau sampah yang khas akan menjadi daya tarik sriti dan walet untuk mencari serangga terbang.

Laron
Seriti kembang sangat menyukai laron sebagai makanannya. Laron biasanya banyak tersedia di musim hujan pada pagi hari. Untuk diberikan pada seriti kembang, laron ditangkap dan bulunya dibersihkan. Tidak ada ukuran atau dosis tertentu yang harus diberikan, tetapi diberikan sampai kenyang. Jangan memberi  laron yang sudah mati atau berbau karena seriti kembang tidak mau mematuknya.

Pemberian laron akan lebih baik kalau setiap hari. Namun, biasanya keberadaan laron hanya pada saat musim penghujan. Bahkan belum tentu laron ada seminggu sekali. Untuk itulah, laron hanya diberikan sewaktu-waktu saat musim laron.

Pemberian minuman
Minuman berupa air harus tersedia setiap hari. Air harus bersih dan disajikan penuh dalam wadah berupa ember. Selain untuk minum, air ini pun digunakan untuk mandi. Untuk itu, kebersihan tempat minum harus selalu diperhatikan. Membersihkan tempat minum dari kotoran atau sisa pakan dilakukan setiap 3—4 hari.

Baca juga : Teknik Jitu Menetaskan Telur Walet Dengan Induk Sriti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>