Teknik Jitu Menetaskan Telur Walet Dengan Induk Burung Sriti

Teknik menetaskan walet dengan induk sriti

Dalam menetaskan burung walet dengan burung lain seperti Indukan Burung  Sriti bisa dilakukan dengan 3 Teknik berikut :

Menyiapkan Ruang Walet
Agar proses “putar telur” berhasil baik kita juga harus perhatikan Merawat induk sriti kembang karena nantinya burung sriti yang akan mengerami telur walet, ruang untuk walet harus disiapkan. Kondisi ruang harus dingin lembap. Suhu ruang diatur hingga mencapai 25°—28° C dan kelembapan 80—90%. Cahayanya ditekan serendah mungkin menjadi remang-remang sampai agak gelap. Ruang walet ini harus langsung berhubungan dengan ruang seriti kembang.

Tujuan membuat ruang walet menjadi gelap adalah agar walet yang sudah dapat terbang akan mencari ruang cocok baginya. Oleh karena terbiasa di ruang seriti kembang, semula walet muda masih menetap di ruang tersebut. Namun, selang beberapa hari kemudian walet muda ini akan berpindah tempat ke ruang walet.

Itulah sebabnya ruang seriti kembang hams berhubungan langsung dengan ruang walet. Ukuran ruang walet sangat relatif, tergantung luas gedung. Namun, ruang walet yang umum digunakan berukuran 4 m x 4 m dengan tinggi 3—4 m. Suhu, kelembapan, dan cahaya di dalam ruang walet harus sudah dikondisikan. Bahkan pada plafonnya sudah harus disiapkan sirip-siripnya.

Mengganti Telur Seriti Kembang dengan Telur Walet
Sekitar enam bulan setelah dirumahkan atau ditangkarkan, seriti kembang akan bertelur. Memang masing-masing induk tidak akan serentak bertelur tergantung umur induk. Untuk itulah, sebaiknya umur induk dipilih yang sama agar kemungkinan ber­telur bersamaan semakin besar. Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak lima butir. Waktu untuk bertelur sampai lima butir adalah selama 6—8 hari.

Setelah mencapai lima butir, saat itulah telur seriti kembang diganti dengan telur walet. Proses “putar telur” ini dilakukan seperti pada seriti. Perbedaannya hanya pada jumlah telur yang digan-tikan, yaitu lima butir.

Mengontrol Perkembangan
Telur walet akan mulai menetas setelah dierami seriti kembang selama 20-25 hari. Namun, ada juga yang menetas lebih cepat  tergantung umur telur walet sejak dierami. Anak walet yang baru menetas akan selalu dijaga dan dirawat hingga dapat terbang. Umur 40 hari piyik walet (walet muda) mulai dipenuhi bulu dan tampak menempel   (menggantung)  di sekeliling sarang  induknya.

Hingga saat itu pun seriti kembang masih menyuapinya. Umur 43-45 hari seriti kembang akan melatih walet muda tersebut untuk terbang di dalam ruangan. Selanjutnya walet muda diajak induk sriti kembang untuk terbang ke luar rumah mencari serangga. Bila walet muda tetap kembali ke gedung mengikuti induk seriti kembang maka proses “putar telur” ini dikatakan berhasil.

Walet muda awalnya akan menempel di sirip-sirip tidak jauh dari sarang induk seriti kembang. Namun, beberapa waktu kemudian walet muda tersebut akan memilih ruang yang habitatnya sesuai dengan kebutuhannya. Untuk itulah, ruang walet harus sudah disiapkan sebelum pelaksanaan proses “putar telur”.

Sebenarnya untuk menetaskan telur unggas bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu cara alami atau cara otomatis. Untuk cara alami bisa dilakukan seperti cara diatas yaitu dengan memanfaatkan indukan unggas dan untuk cara otomatis bisa dilakukan dengan alat bantu penetasan seperti mesin penetas telur otomatis atau manual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>