Antibodi terhadap hormon seperti insulin dan TSH dapat digunakan untuk meneliti spesifisitas reaksi-reaksi

insulines

Kekhususan aktivitas serum yang menyerupai insulin pada lemak epididimal tikus dapat diperiksa melalui efehnetralisasi suatu serumanti. Antibodi-antibodi demikian dapat efektif in aiao dan sebagai bagian dari usaha sedunia untuk membatasi penduduk, sedang diusahakan imunisasi terhadap gonadotropin korion dengan memakai fragmen-fragmen rantai-betha yang tergabung dengan pembawa-pembawa yang sesuai, karena hormon ini diperlukan untuk obat tradisional penyakit diabetes melitus mempertahankan telur yang telah dibuahi.

Pembentukan garis-garis presipitat dalam agar-agar bila antigen bereaksi dengan antibodi, dapat dipakai secara kuantitatif untuk mempelajari jumlah komponen-komponen yang bereaksi dan hubungan imunologik antara pelbagai antigen (sistem difusi ganda Ouchterlony) dan mobilitas elektroforetik dari antigen-antigen (imunoelektroforesa). Pengukuran kuantitatif konsentrasi antigen dilakukan melalui imunodifusi radial tunggal, elektroforesa “roket”, dan elektroforesa dua dimensi. Teknik-teknik radioisotop untuk menentukan kadar antibodi dalam serum antara lain ialah: (a) penambahan antigen bertanda radioaktif dan penentuan jumlah yang terikat pada antibodi oleh amonium sulfat atau suatu presipitasi antibodi kedua (daya ikat antigen) dan (b) penentuan jumlah antibodi yang terikat pada intigen yang tidak dapat larut dengan penambahan anti-Ig bertanda (misalnya “tes tabung”).

Penentuan secara radioimun ialah suatu bentuk analisa penjequhan dalam mana bahan yang diperiksa berlomba dengan antigen yang diberi tanda untuk mengikat sejumlah antibodi yang terbatas; jumlah radioisotop yang terlepas merupakan jumlah antigen dalam bahan pemeriksaan. Lokalisasi antigen dalam jaringan, dalam sel-sel atau pada permukaan sel dapat ditentukan secara mikroskopik dengan menggunakan antibodi bertanda cat yang berfluoresensi atau enzim-enzim seperti peroksidasa, yang hasil reaksinya dapat segera terlihat. Pada tes langsung, antibodi bertanda dicampurkan langsung pada jaringan yang diperiksa; pada tes tidak langsung “tanda” dihubungkan dengan suatu anti-Ig yang dipakai sebagai antibodi kedua.

Reaksi antibodi dengan antigen permukaan sel dapat menghasilkan aglutinasi, peningkatan fagositosis, atau pembunuhan ekstraselular, rangsangan metabolik dan mitosis, dan sitotoksisitas yang disebabkan komplemen. Komplemen, seperti sistem-sistem pembekuan darah, fibrinolisa dan kallikrein, melibatkan suatu aliran enzim yang berkomponen banyak, dalam mana komponen pertama pada penggiatan awal memisahkan suatu pepdda kecil dari beberapa molekul komponen kedua, dan tiap molekul ini masing-masing menjadi suatu enzim aktif yang mampu bertindak terhadap komponen ketiga dan selanjutnya; sejumlah kecil peristiwa-peristiwa pemula menghasilkan suatu peristiwa besar melalui cara pembesaran ini.

Jarak antara molekul menjadi sangat pendek dan gaya-gaya interaksi protein tidak khusus menjadi sangat besar

Dengan mempunyai bentuk-bentuk awan elektron pelengkap pada  tempat penggabung antibodi dan permukaan penentu antigen, kedua jenis molekul akan bergabung dengan baik bagaikan lubang kunci dengan anak kuncinya (Gambar t.ll). makin besar daerah penggabungan antigen dengan obat herbal sakit kencing manis antibodi, makin besar gaya tarik di antaranya, terutama bila terdapat muatan-muatan dan gugus-gugus hidrofobik yang cocok satu sama lain.

AFINITAS ANTIBODI

45-struktur-molekul-protein-breakingmuscle.com_Penggabungan antibodi dengan permukaan penenru suaru antigen atau suatu molekul hapten monovalen (bandingkanlah dengan Gambar 1.4d) dapat lepas kembali dan kecepatan lepas ini tergantung pada kekuatan ikatan. Hal ini dapat didefinisikan melalui konstanta keseimbangan (K) reaksi berikut: [Ab] merupakan konsenrrasi tempat (site) penggabung antibodi dan [Hp] merupakan konsentrasi hapten. Bila antibodi dan hapten sangar rapat ikatannya, keseimbangan akan tergeser ke kanan; antibodi yang sangat erat ikatannya pada hapten dinamakan antibodi berafinitas tinggi. pada suatu konsenirasi tertentu hapten bebas [Hpc] yang setengah dari tempat penggabung antibodinya telah berada dalam ikatan dengan hapten, maka [AbHp] =[Ab] dan K = 1/[Hpc], yaitu K sama dengan peibandingan terbalik konsentrasi hapten bebas pada titik keseimbangan pada waktu setengah tempat penggabung antibodi berada dalam bentuk terikat.

Dengan kata lain, bila sesuatu antibodi mempunyai suatu konstanta afinitas tinggi dan mengikat hapten dengan erat, maka hanya diperlukan konsentrasi hapten yang rendah untuk mengikat setengah dari antibodi. Konstanta afinitas yang dapat ditentukan dengan cara-cara seperti pada Gambar 1 . 8, dapat mencapai nilai setinggi 1010 liter/mol. Analisa ikatan pada pelbagai konsentrasi hapten umumnya menunjukkan heterogenitas pada airtibodi yang dibentuk tubuh.

Ini menunjukkan bahwa kebanyakan serum-anri, juga yang dibentuk terhadap antigen dengan struktur sederhana, mengandung pelbagai jenis antibodi dengan beraneka afinitas ikatannya, tergantung pada daerah kontak antara antibodi dan permukaan penentu antigen, kerapatan ikatan antibodi-antigen (Gambar 1.9), dan pembagian gugus-gugus bermuatan dan hidrofobik. Bila diingat bahwa permukaan penentu antigen ddak bersifat dua dimensi tetapi mempunyai bentuk awan elektron tiga dimensi, dapatlah dimengerti bahwa antibodi menghadapi pelbagai bentuk berlainan, meskipun terhadap satu permukaan penentu, terganrung dari arah mana molekul antibodi mendekati antigen. Suatu faktor lain perlu pula diperhatikan; molekul antibodi dalam batas rertentu mungkin dapat menyesuaikan diri pada bentuk permukaan penenru antigen dan Kabat telah menarik perhatian pada jumlah glisin yang luar biasa di sekitar daerah penggabungan, yang.dapat memberi fleksibilitas tinggi pada bentuk itu.

Pada setiap spesies bertulang belakang ada suatu kompleks histokompatibilitas utama

Yang bertanggung jawab dalam menimbulkan reaksi-reaksi pencangkokan yang lebih kuat. Antigen-antigen KHU yang diturunkan dari ibu dan ayah menunjukkan secara kodominan pada permukaan sel. KHU pada mencit (H-2) adalah suaru daerah kompleks dengan dua rempat yang memberikan antigen-antigen utama, H-zK dan H-zD masing-masing dengan beberapa spesifisitas polimorfik yang ditetapkan oleh antibodi-antibodi yang dibentuknya dengan cepai (faktor-faktor penentu yang ‘ditentukan secara serologik’). Molekul-molekul itu mengandung dua peptida daripada kekhususan H-2 dan dua peptida mikroglobulin-B2.

7210Daerah utama yang lain, I, tanda untuk faktor yang menentukan dari limfosit-limfosit yar,g mengaktifkan (Fla) yang menimbulkan suatu reaksi proliferasi dari limfosit campuran dan pembentukan blas secara genetik saling mempengaruhi limfosit-limfosit yang tak sama; reaksi ini merangsang pembentukan sel-sel-T pembantu yang dibutuhkan untuk membangkitkan sel-sel-T sitotoksik langsung terhadap faktor-faktor H-2DIK yang menentukan (bandingkan dengan kerja sama T-B dengan pembawa-hapten), proses itu disebut limfolisis berperantaraan sel. Perbedaan-perbedaan Fla bertanggung jawab pada reaksi dari limfosit-limfosit cangkokan yang toleran terhadap antigen-antigen tuan rumah (c/t). Gen-gen pada semua KHU yang berhubungan secara erat cenderung diturunkan secdrd utuh dan ditunjuk sebagai suatu haplotipe.

KHU pada manusia (HLA) mempunyai 3 tepat (HLA-A, B dan C) untuk antigen-antigen yang ditentukan secara serologik dan satu (HLA-D) untuk Fla utama. Individu-individu digolongkan oleh antisera sitotoksik monospesifik dan oleh reaksi limfosit campuran. Yang kembar mempunyai suatu kemungkinan tanda-tanda | ; 4 yang berkenaan dengan KHU. Cangkokan-cangkokan ditolak baik oleh sel-sel-T sitotoksik maupun oleh antibodi yang menyebabkan penggumpalan platelet atau reaksi-reaksi hipersensitivitas tipe II (sitotoksisitas berperantaraan sel bergantung antibodi). Penolakan dapat dicegah dengan:

(1) menyesuaikan jaringan termasuk tempatD,

(2) obat-obat antimitosis (misalnya azatioprin), steroid-steroid antiradang dan globulin antilimfosit yang menghasilkan imunosupresi umum,

(3) penekanan antigen khusus melalui induksi toleransi (sukar) atau peningkatan dengan imunisasi yang sengaja dilakukan (mungkin terhadap Fla-nya).

Cangkokan selaput bening mata dan tulang rawan adalah tanpa vaskular dan terrnasuk cukup toleran. Pencangkokan ginjal telah lebih berkembang luas, walaupun imunosupresi harus secara normal diteruskan.

Hubungan KHU Dengan Sistem Komplemen

Gen-gen mengatur tingkat-tingkat C3, C4, C2, dan faktor B semuanya terletak dalam kompleks histokomPatibilitas utama. Sebagai tambahan, antisera terhadap HLA-EW4 dan 6 (bandingkan dengan tulisan, gambar 8.7) menghambat pembentukan roset-roset antira limfosit-limfosit manusia dan eritrosit-eritrosii yang diselubungi C3d. Kekurangan C2 pada manusia telah dihubungkan pada haplotipe HLA-410/BW18. Oleh karena itu gen-gen ini dihubungkan dengan C3 dan faktor-faktor yang bereaksi dengannya yaitu enzim-enzim cara klasik (C4, 2) dan cara lain (faktor B, C3b) yang memisahkan C3, bersamaan dengan tempat ikatan untuk C3d, dan kelompok- kelompoknya pada daerah ini bersifat merangsang untuk benindak. Salah satu fungsi KHU berhubungan dengan-inteiaksi antara sel-sel dalam reaksi imun dan ini menarik uniuk menganggap bahwa obat tradisional penyakit diabetes syarat-syarat C3 yanB berhubungan bertanggung jawab atas kejadian-kejadian interselular ini.

HUBUNGAN DENGAN PENYAKIT

sistem-komplemen-immunologi-13-638

Suatu bentuk data yang menarik dikumpulkan di mana dihubungkannya antigen HLA yang khas dengan keadaan penyakit khususnya pada manusia (Tabel 8.1). Akibat dari hubungan ydng tiddk seimbang (suatu keadaan di mana gen-gen yang mempunyai hubungan erat pada suatu kromosom cenderung untuk tetap berhubungan dan bukan mengalami randomisasi genetik pada sejumlah penduduk) di mana sering suatu gambaran dari keadaan kromosom ini, hubungan-hubungan yang tampak itu akan lebih berhubungan langsung dengan sebuah gen daripada menandai antigen HLA yang dipertanyakan itu. Misalnya pada multipel sklerosis suatu hubungan dengan alel B7 yang dibentuk pertama tetapi bila penderita-penderita digolongkan untuk Lad pada tempat D, timbul suatu hubungan yang lebih kuat dengan DW2.

Hubungan pertama dengan 87 dihasilkan dari hubunBan yang tidak seimbang antara B7 dan DW2. Dengan dibawanya perbedaan pendapat itu ke suatu tingkat lebih lanjut, tak satu pun dapat menghindarkan kemungkinan mendapat suatu hubungan lebih besar yang sejajar dengan gen lain yang mempunyai hubungan erat. Sudah pasti penemuan-penemuan ini menimbulkan pemikiranpemikiran dari gen-gen reaksi imun dan, pada kasus multipel sklerosis, tampaknya bahwa DW2 perlu dihubungkan secara negatif dengan suatu respons sel-T terhadap penyakit campak sejak kerusakan kekebalan berperantaraan sel terhadap virus ini hingga kini adalah satu-satunya kelainan imunologik utama yang diketahui.

Kompleks histokompatibilitas utama pada manusia

illustration_myelin-300x224Pada manusia sebagaimana Pada tikus-tikus iuga mempunyai satu golongan antigen yang menimbulkan reaksi kuat – sistem HLA. sistem ABD memberi antigen-antigen transPlantasi yang kuat. Dari empat lokus HLA penting yang ditemukan, HLA-A dan HLA-B mungkin merupakan pasangan antigen-antigen H-2K dan H-2D yang ditemukan secara serologik yang siap merangsang pembentukan antibodi-antibodi sitotoksik penangkap komplemen dan dapat digunakan untuk pemeriksaan jenis jaringan. Dalam prakteknya serum-serum spesifik tunggal dipilih dari orang-orang sakit yang mendapat transfusi darah lengkap dan dari orang-orang hamil multigravida yang sering menjadi imun terhadap antigen-antigen janin dengan kekhususan di mana tidak terdapat gen-gen ayah pada genom ibu.

Seseorang diperiksa dengan serangkaian pemeriksaan obat gula darah limfosit terhadap beberapa deret tetesan serum-serum tersebut yang telah dicampur komplemen, kematian sel biasanya ditunjukkan oleh ketidakmampuan mengeluarkan birutripan. Antigen-antigen yang menentukan pada pemeriksaan tersebut ditandai dengan 1,2,3,9,10,11,28 dan 29dengan arti hasil negatif dihubungkan secara sendiri-sendiri dengan kelompoknya, tidak seorangpun mempunyai lebih dari 2 antigen ini dan hanya satu saja yang diturunkan pada anak dari setiap orang tua; oleh karena mereka membentuk satu deretan alel menurut lokus HLA-A (gambar 8.7). HLA-B5,7,8,12,13,14,18 dan 27 menyusun lokus kedua. Jadi setiap heterozigot setiap lokus menunjukkan 4 HLA khusus utama yang ditentukan secara serelogik, dua berasal dari kromosom ibu dan dua dari ayah (gambar 8.7). antigen-antigen yang ditentukan secara serologik dirumuskan oleh lokus ketiga, HLA-C yang dapat merangsang reaksi yang lebih lemah.

Sebagian besar determinan-determinan pengaktif limfosit diatur oleh alele-alele pada lokus keempat, HLA-D. Penentuan jenis dilakukan dengan melihat RCL dengan satu sel homozigot yang terangsang. Penentuan sel dengan cara itu dapat digunakan untuk menentukan anak-anak dari saudara sePuPu (di mana terdapat kemungkinan 1:16 homozigot) atau dari penderita-penderita penyakit yang diketahui mempunyai hubungan erat dengan alele-alele D tertentu, misalnya sklerosis multipel dan HLA-OVz. Cara lain dengan menggunakan stimulator spermatozoa bila mereka hanya membantu satu haplotipe, spermatozoa menunjukan haplotipe-paternal lain dapat dihilangkan dengan antiserum sitotoksik yang sesuai dengan antigen-antigen lokus A atau B. Akhirnya penentuan jenis-ienis antigen HLA-D dapat dilakukan dan diharapkan lebih disukai daripada RCL yang lebih sukar dan lebih banyak memerlukan waktu.

Bagian prekordium di samping sternum dapat bergerak naik-turun seirama dengan diastolik dan sistolik

Tanda ini terdapat pada ventrikel kanan yang membesar. Apabila di dada bagian atas terdapat denyutan maka kita harus curiga akan adanya kelainan pada aorta. Aneurisma aorta asendens dapat menimbulkan denyutan di ruang sera iga ke-2 seberah kanan, sedangkan denyutan pada daerah sela iga ke-2 di sebelah kiri menunjukkan adanya dilatasi arteria pulmonalis (akibat duktus arteriosus yang utuh, stenosis katup mitralis, aneurisma arteria pulmonalis) dan aneurisma aorta desendens. Denyutan2 yang diuraikan di atas adalah denyutan yang menimbul. Pergerakan retraksi adalah lawan daripada denyutan, yaitu pergerakan setempat yang menarik ke dalam. Gejala ini dapat dilihat pada daerah prekordium jika terdapat perikarditis adhesiva atau pada penderita dengan insufisiensi katup trikuspidalis dan insufisiensi aorta. Tarikan setempat itu Serjalan seirama dengan denyutan sistolik.

(4) Denyutan vena

jantung2Vena yang tampak pada dada dan punggung tidak menuniukkan denyutan. cara pemeriksaannya sudah diterangkan terdahulu. Vena yang menunjukkan denyutan hanyalah vena iugularis interna dan eksterna saja. Dalam pemeriksaan jantung perhatian dicurahkan kepada denyut vena jugularis interna yang telah dibahas terlebih dahulu. oleh karena itu hendaknya pembaca mempelajari hal itu dalam bab “Pemeriksaan kepala dan leher”

PALPASI PREKORDIUM

Dengan melakukan palpasi prekordium dapat kita menguatkan apa yang telatr didapati dengan jalan inspeksi. Juga ke-ragu2an yang kita dapati pada inspeksi dapat dipastikan dengan jalan palpasi. Di samping itu denyutan yang tidak tampak dapat juga ditemukan dengan palpasi. Palpasi pada prekordium harus dilakukan dengan memakai telapak tangan dahulu dan baru kemudian memakai ujung2 jari. Baik memakai telapak tangan maupun ujung2 jari, palpasi mula2 harus dilakukan dengan menekan secara ringan dan kemudian dengan tekanan yang keras. Sebaiknya kita berdiri di sebelah kanan pasien yang diperiksa, sedang pasien dalam sikap duduk dan kemudian , dalam sikap berbaring telentang. Telapak tangan pemeriksa diletakkan pada prekordium dengan ujung2 jari menuju ke samping kiri toraks. Hal ini dilakukan untuk memeriksa denyutan apeks. Setelah itu tangan kanan pemeriksa menekan lebih keras untuk menilai kekuatan denyutan apeks. Jika denyut apeks sudah ditentukan dengan palpasi memakai telapak tangan, kita palpasi denyut apeks dengan memakai ujung2 jari telunjuk dan tengah.

Penyakit jantung yang menimbulkan pembonjolan setempat pada prekordium adalah penyakit jantung bawaan

prepenyakit jantung yang diderita sejak masa anak2 (penyakit katup mitral) atau aneurisma aorta yang berangsur menjadi besar serta aneurisma ventrikel sebagai kelanjutan infarksio kordis. Pembonjolan prekordium ini mengenai cara menurunkan kadar gula pada penderita diabetes tulang2 iga, sedangkan pembonjolan yang disebabkan oleh efusi pleura atau efusi perikardium adalah katrena penonjolan daerah2 interkostalis.

(2) Denyut apbks jantung

Umumnya denyut jantung tampak pada daerah apeks. Pemeriksaan hendaknya dilakukan sambil pasien berbaring atau duduk dan sedikit membungkuk. Pada orang sehat denyut apeks tampak pada ruang sela iga ke-5 sisi kiri, (antara 7 sampai 9 cm. dari garis midsternum) agak medial dari garis mid-klavikularis. Daerah yang berdenyut itu adalah sebesar kuku ibu jari. Pada anak2 denyut apeks tampak pada ruang sela iga kiri ke4. Pada wanita yang hamil atau mereka yang perutnya buncit denyut apeks dapat agak tergeser ke samping kiri. Kalau denyut jantung berada di belakang tulang iga, tentu saja denyut apeks tidak tampak. Hal itu terjadi juga pada payudara yang besar, pada dinding toraks yang tebal dan jika pasien menderita emfisema atau efusi perikardium.

Denyut apeks dapat tetgeser pada berbagai keadaan patologik yaitu (a) penyakit jantung, (b) skoliosis dan kifoskoliosis, (c) efusi pleura, pneumotoraksdan tumor di dalam mediastinum dan (d) pembuncitan abdomen (asites, hamil dan sebagainya). Penyakit jantung yang dimaksudkan di atas ialah tetralogi Fallot, dekstrokardia (mempunyai denyut apeks pada dada sebelah kanan), hipertrofi ventrikel kiri, kanan, efusi perikardium dan aneurisma aorta. Hipertrofi ventrikel kiri (akibat stenosis dan insufisiensi aorta, stenosis dan insufisiensi katup mitralis dan hipertensi umum) menyebabkan denyut apeks tergeser ke bawah dan ke lateral.

Pada hipertrofi ventrikel kanan (akibat stenosis atau insufisiensi katup pulmonalis atau sebagai kelanjutan hipertrofi ventrikel kiri) denyut apeks hanya tergeser ke lateral saja dan daerah denyut apeks menjadi lebih luas. Pada efusi perikardium denyut apeks tampak di luar garis midklavikularis, akan tetapi agak lebih tinggi dari biasa. Hal ini disebabkan karena jantung terangkat ke atas oleh cairan yang terkumpul di dalam rongga perikardium.  (3) Denyutan nadi pada dada Kita harus memperhatikan juga denyutan2 yang tampak pada bagian lain dari prekordium dan dada di samping denyutan di daerah apeks.

Dengan palpasi nadi kita meneliti

Dengan adanya palpitasi nadi kita dapat meneliti sebagai berikut :

(1) frekuensi nadi,

(2) irama nadi,

(3) ciri2 denyutan,

(4) isi nadi dan

(5) keadaan dinding pembuluh darah.

Pembuluh Nadi

(l) Frekuensi nadi Frekuensi nadi ialah jumlah denyut nadi selama satu menit. Kita menghitung denyut nadi se-kurang2nya selama setengah menit. Frekuensi nadi yang normal untuk orang dewasa adalah antara 60-90, biasanya 70-75.Pada anak2 dan wanita frekuensi nadi sedikit lebih cepat. Demikian juga halnya waktu berdiri, sedang makan, mengeluarkan tenaga atau waktu mengalami emosi. Frekuensi nadi yang dianggap abnormal adalah lebih dari 100 dan kurangdari 60. Nadi yang cepat dinamakan takhikardia atau pulsus frekuens dan nadi yang lambat dikenal sebagai bradikardia atau pulsus rarus. Pulsus frekuens dijumpai pada demam tinggi, tirotoksikosis, infeksi streptokokus, difteria dan berbagai jenis penyakit jantung, seperti supraventrikular takhikardia paroksismalis (atrium fibrilasi dan “atrium flutter”) dan ventrikulat takhikardia. Nadi yang lambat terdapat pada penyakit miksudema, penyakit kuning, demam enteritis dan tifoid.

(2) lrama nadi Setelah frekuensi nadi diketahui maka kita menentukan cara menghilangkan sakit diabetes irama nadi Denyut nadi sifatnya teratur pada orang yang sehat, akan tetapi nadi yang tak-teratur belum tentu berarti abnormal. Aritmia sinus adalah gangguan irama nadi, di mana frekuensi nadi menjadi cepat pada waktu inspirasi dan melambat pada ekspirasi. Hal demikian adalah normal dan mudah dijumpai pada anak-anak. Jenis nadi tak-teratur lainnya adalah ab-normal. Pada gangguan hantaran impuls jantung (secara singkat dinamakan gangguan hantaran jantung), dapat terjadi keadaan di mana tiap tiap dua denyut jantung dipisahkan sesamanya oleh waktu yang lama, karena satu di antara tiap-tiap dua denyut menghilang. Nadi semacam ini dinamakan pulsus bigeminus. Kalau tiap tiap 3 denyut diceraikan oleh masa antara denyut nadi yang lama. nadi semacam itu dinamakan pnlsus trigeminus. Masa antara denyutan nadi (interval) yang memanjang dapat ditemukan juga jika terdapat satu denyut tambahan vang timbul lebih dini dari pada denyutan denyutan lain yang menyusulnya.

Pengaruh Revolusi Industri Terhadap Manusia

revolusiDi sebagian besar sejarah yang tercatat, tampaknya manusia menghirup udara segar dengan bebas. Akan tetapi, dengan datangnya revolusi industri, diikuti oleh permasalahan terkini terhadap polusi udara dalam ruangan maupun di luar ruangan, udara segar telah menjadi komoditas yang lebih berharga. Sebuah artikel yang sangat baik tentang udara segar ditulis beberapa tahun yang lalu oleh Dr. Bernell Baldwin. Dengan judul ‘Why is Fresh Air Fresh?” (Mengapa udara segar itu segar?) Baldwin menuturkan bahwa udara segar secara kimiawi berbeda dari udara yang bersirkulasi di dalam obat tradisional penyakit gula darah tinggi ruangan yang dihirup sebagian besar orang Amerika.

Udara segar dengan kualitas tinggi sebenarnya dielektrifikasi. Molekul oksigen pemberi kehidupan diisi muatan negatif atau “ionisasi negatif.” Oksigen bermuatan negatif ini menimbulkan beberapa manfaat seperti dicantumkan dalam Gambar 17. Suatu lingkungan dengan ion bermuatan negatif benar-benar mempunyai efek luar biasa. Beberapa yang paling mengesankan ada kaitannya dengan perilaku. Beberapa riset telah berpusat pada hewan yang dibesarkan sedemikian rupa daiam lingkungan sebanding dengan yang membuat gangguan kegelisahan pada manusia. Ketika hewan-hewan ini diperkenankan untuk menghirup udara dengan banyak ion negatif mereka terlindung terhadap beberapa perubahan fisik yang berkaitan dengan kekhawatiran.

Hewan-hewan yang terpapar dengan ion negatif menunjukkan normalisasi ukuran kimia otak yang berkaitan dan tidak menunjukkan adanya kecenderungan pada tekanan darah atau tukak. (Faktanya, bahkan pada hewan ranpa gangguan perilaku yang diberi kecenderungan pada tukak, ion udara yang bermuatan negatif membantu memberikan penyakit tukak vang kurang berarti termasuk luka yang lebih kecil, lebih sedikit perdarahan dan lebih sedikit sekresi asam. Dalam penelitian pada anak-anak, ion negatifjuga memperlihatkan efek menyehatkan. Dalam satu penelitian, anak-anak yang normal dan mereka yang mempunyai gangguan pembelajaran menunjukkan perbaikan yang nyata dalam fungsi otak. Penulisnya menyimpulkan: “lon udara bermuatan negatif tampaknya menjadi suatu perangkat dengan potensial penerapan teoritis dan pengobatan.

Riset lain lebih lanyut menggarisbawahi fakta bahwa udara segar-yang berion negatifmembantu mempertahankan suasana hati kita terasa ringan dan positif. Baldwin dan yang lainnya mengutip angin topan “sharaw” (juga ditulis “sharav”) di Timur Tengah yang membawa banyak ion-ion bermuatan positifbersamanya. Selama badai topan ini, sebanyak 30 persen individu mengalami masalah-masalah seperti bertambahnya kekhawatiran dan kecurigaan, sakit kepala migren, mual, muntah, diare, masaiah mata, iritabilitas, kongesti pernapasan, dll. Ion positif tampaknya mengganggu kadar serotonin otak, suatu bahan kimia penting pengangkat suasana hati. Angin panas padang gurun itu merampas udara bermuatan ion negatif yang membantu. Udara bermuatan negatif juga dirusakkan oleh udara yang bersirkulasi ulang dalam bangunan, asap tembakau, kabut di kota, dan bahan polutan lainnya.

Tiga Penyakit Yang Menjadi Ancaman Utama Menjelang Hari Tua

Sekarang ini kita sedang mengalami “eksperimen” yang tiada duanya dalam sejarah manusia, dan hasilnya bart akan terlihat. Belum pernah makanan sedemikian berlimpahnya, hidup begitu mudahnya, dan orang-orang yang berusia sangat panjang. “Hasil” awal eksperimen ini agak menakutkan. Meskipun masa hidup kita lebih panjang-sebagtan besar karena meningkatnya kebersihan dan kemampuan untuk menaklukan penyakit menular yang memusnahkan populasi pada abadabad yang lalu-kita tengah mengembangkan penvakit degeneratif jangka panjang yang membuat hidup semakin sulit seiring dengan pertambahan usia dan merupakan penyebabutama kematian dini. Contoh terbesar hasil perubahan hidup dan gaya hidup adalah epidemi obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular yang mendunia.

penyakit di hari tuaTiga penyakit ini telah menjadi ancaman utama terhadap hari tua yang sehat dan menjadi masalah terbesar cara mengobati diabetes kering secara tradisional menyangkut kesehatan masyarakat yang harus dihadapi oleh AS dan negalu.-negara lain di dunia di masa yang akan datang. Mayoritas penduduk menderita obesitas, diabetes atau pradiabetes, hipertensi, atau lemak abnormal. Sekitar 25% penduduk dewasa memiliki gabungan faktor-faktor tersebut, yang disebut sindrom metabolik. Seperti yangtelah diuraikan dalam babbab sebelumnya, akar permasalahannya terletak pada gaya hidup kita sekarang (yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan) dan dalam gen kita. Kita telah mengembangkan obat-obatan yang mampu menangani kelainan yang menyebabkan penyakit jantung dan kematian, rermasuk pengobatan yang efektif untuk hipertensi, lemak abnormal, dan diabetes.

Pengobatan ini mengurangi risiko terjadinya kerusakan lebih lanjut dan menunda kematian, tetapi sebagian besar kerusakan telah terjadi, yang mengakibatkan gagal jantung, stroke, dan penyakit-penyakit latnnya. Tujuan utama kita seharusnya adalah mencegah penyakit ini. Untungnya, penelitian ilmiah yang meyakinkan tengah dilakukan untuk menilai pengaruh perubahan gaya hidup terhadap ancaman obesitas, diabetes, hipertensi, dan kolesterol abnormal.

Walaupun secara umum perubahan gaya hidup tidak seampuh obat-obatan untuk hipertensi atau lemak abnormal, mereka menjanjikan perbaikan faktor-faktor tersebut hanya dengan satu intervensi sehingga mengurangi kebutuhan obat. Selain itu, perubahan gaya hidup mungkin adalah cara yang paling efektif untuk mengurangi risiko terkena diabetes dan memperbaiki kadar gula darah apabia sudah mengidap diabetes.