Pada setiap spesies bertulang belakang ada suatu kompleks histokompatibilitas utama

Yang bertanggung jawab dalam menimbulkan reaksi-reaksi pencangkokan yang lebih kuat. Antigen-antigen KHU yang diturunkan dari ibu dan ayah menunjukkan secara kodominan pada permukaan sel. KHU pada mencit (H-2) adalah suaru daerah kompleks dengan dua rempat yang memberikan antigen-antigen utama, H-zK dan H-zD masing-masing dengan beberapa spesifisitas polimorfik yang ditetapkan oleh antibodi-antibodi yang dibentuknya dengan cepai (faktor-faktor penentu yang ‘ditentukan secara serologik’). Molekul-molekul itu mengandung dua peptida daripada kekhususan H-2 dan dua peptida mikroglobulin-B2.

7210Daerah utama yang lain, I, tanda untuk faktor yang menentukan dari limfosit-limfosit yar,g mengaktifkan (Fla) yang menimbulkan suatu reaksi proliferasi dari limfosit campuran dan pembentukan blas secara genetik saling mempengaruhi limfosit-limfosit yang tak sama; reaksi ini merangsang pembentukan sel-sel-T pembantu yang dibutuhkan untuk membangkitkan sel-sel-T sitotoksik langsung terhadap faktor-faktor H-2DIK yang menentukan (bandingkan dengan kerja sama T-B dengan pembawa-hapten), proses itu disebut limfolisis berperantaraan sel. Perbedaan-perbedaan Fla bertanggung jawab pada reaksi dari limfosit-limfosit cangkokan yang toleran terhadap antigen-antigen tuan rumah (c/t). Gen-gen pada semua KHU yang berhubungan secara erat cenderung diturunkan secdrd utuh dan ditunjuk sebagai suatu haplotipe.

KHU pada manusia (HLA) mempunyai 3 tepat (HLA-A, B dan C) untuk antigen-antigen yang ditentukan secara serologik dan satu (HLA-D) untuk Fla utama. Individu-individu digolongkan oleh antisera sitotoksik monospesifik dan oleh reaksi limfosit campuran. Yang kembar mempunyai suatu kemungkinan tanda-tanda | ; 4 yang berkenaan dengan KHU. Cangkokan-cangkokan ditolak baik oleh sel-sel-T sitotoksik maupun oleh antibodi yang menyebabkan penggumpalan platelet atau reaksi-reaksi hipersensitivitas tipe II (sitotoksisitas berperantaraan sel bergantung antibodi). Penolakan dapat dicegah dengan:

(1) menyesuaikan jaringan termasuk tempatD,

(2) obat-obat antimitosis (misalnya azatioprin), steroid-steroid antiradang dan globulin antilimfosit yang menghasilkan imunosupresi umum,

(3) penekanan antigen khusus melalui induksi toleransi (sukar) atau peningkatan dengan imunisasi yang sengaja dilakukan (mungkin terhadap Fla-nya).

Cangkokan selaput bening mata dan tulang rawan adalah tanpa vaskular dan terrnasuk cukup toleran. Pencangkokan ginjal telah lebih berkembang luas, walaupun imunosupresi harus secara normal diteruskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>