Kompleks histokompatibilitas utama pada manusia

illustration_myelin-300x224Pada manusia sebagaimana Pada tikus-tikus iuga mempunyai satu golongan antigen yang menimbulkan reaksi kuat – sistem HLA. sistem ABD memberi antigen-antigen transPlantasi yang kuat. Dari empat lokus HLA penting yang ditemukan, HLA-A dan HLA-B mungkin merupakan pasangan antigen-antigen H-2K dan H-2D yang ditemukan secara serologik yang siap merangsang pembentukan antibodi-antibodi sitotoksik penangkap komplemen dan dapat digunakan untuk pemeriksaan jenis jaringan. Dalam prakteknya serum-serum spesifik tunggal dipilih dari orang-orang sakit yang mendapat transfusi darah lengkap dan dari orang-orang hamil multigravida yang sering menjadi imun terhadap antigen-antigen janin dengan kekhususan di mana tidak terdapat gen-gen ayah pada genom ibu.

Seseorang diperiksa dengan serangkaian pemeriksaan obat gula darah limfosit terhadap beberapa deret tetesan serum-serum tersebut yang telah dicampur komplemen, kematian sel biasanya ditunjukkan oleh ketidakmampuan mengeluarkan birutripan. Antigen-antigen yang menentukan pada pemeriksaan tersebut ditandai dengan 1,2,3,9,10,11,28 dan 29dengan arti hasil negatif dihubungkan secara sendiri-sendiri dengan kelompoknya, tidak seorangpun mempunyai lebih dari 2 antigen ini dan hanya satu saja yang diturunkan pada anak dari setiap orang tua; oleh karena mereka membentuk satu deretan alel menurut lokus HLA-A (gambar 8.7). HLA-B5,7,8,12,13,14,18 dan 27 menyusun lokus kedua. Jadi setiap heterozigot setiap lokus menunjukkan 4 HLA khusus utama yang ditentukan secara serelogik, dua berasal dari kromosom ibu dan dua dari ayah (gambar 8.7). antigen-antigen yang ditentukan secara serologik dirumuskan oleh lokus ketiga, HLA-C yang dapat merangsang reaksi yang lebih lemah.

Sebagian besar determinan-determinan pengaktif limfosit diatur oleh alele-alele pada lokus keempat, HLA-D. Penentuan jenis dilakukan dengan melihat RCL dengan satu sel homozigot yang terangsang. Penentuan sel dengan cara itu dapat digunakan untuk menentukan anak-anak dari saudara sePuPu (di mana terdapat kemungkinan 1:16 homozigot) atau dari penderita-penderita penyakit yang diketahui mempunyai hubungan erat dengan alele-alele D tertentu, misalnya sklerosis multipel dan HLA-OVz. Cara lain dengan menggunakan stimulator spermatozoa bila mereka hanya membantu satu haplotipe, spermatozoa menunjukan haplotipe-paternal lain dapat dihilangkan dengan antiserum sitotoksik yang sesuai dengan antigen-antigen lokus A atau B. Akhirnya penentuan jenis-ienis antigen HLA-D dapat dilakukan dan diharapkan lebih disukai daripada RCL yang lebih sukar dan lebih banyak memerlukan waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>