Hubungan KHU Dengan Sistem Komplemen

Gen-gen mengatur tingkat-tingkat C3, C4, C2, dan faktor B semuanya terletak dalam kompleks histokomPatibilitas utama. Sebagai tambahan, antisera terhadap HLA-EW4 dan 6 (bandingkan dengan tulisan, gambar 8.7) menghambat pembentukan roset-roset antira limfosit-limfosit manusia dan eritrosit-eritrosii yang diselubungi C3d. Kekurangan C2 pada manusia telah dihubungkan pada haplotipe HLA-410/BW18. Oleh karena itu gen-gen ini dihubungkan dengan C3 dan faktor-faktor yang bereaksi dengannya yaitu enzim-enzim cara klasik (C4, 2) dan cara lain (faktor B, C3b) yang memisahkan C3, bersamaan dengan tempat ikatan untuk C3d, dan kelompok- kelompoknya pada daerah ini bersifat merangsang untuk benindak. Salah satu fungsi KHU berhubungan dengan-inteiaksi antara sel-sel dalam reaksi imun dan ini menarik uniuk menganggap bahwa obat tradisional penyakit diabetes syarat-syarat C3 yanB berhubungan bertanggung jawab atas kejadian-kejadian interselular ini.

HUBUNGAN DENGAN PENYAKIT

sistem-komplemen-immunologi-13-638

Suatu bentuk data yang menarik dikumpulkan di mana dihubungkannya antigen HLA yang khas dengan keadaan penyakit khususnya pada manusia (Tabel 8.1). Akibat dari hubungan ydng tiddk seimbang (suatu keadaan di mana gen-gen yang mempunyai hubungan erat pada suatu kromosom cenderung untuk tetap berhubungan dan bukan mengalami randomisasi genetik pada sejumlah penduduk) di mana sering suatu gambaran dari keadaan kromosom ini, hubungan-hubungan yang tampak itu akan lebih berhubungan langsung dengan sebuah gen daripada menandai antigen HLA yang dipertanyakan itu. Misalnya pada multipel sklerosis suatu hubungan dengan alel B7 yang dibentuk pertama tetapi bila penderita-penderita digolongkan untuk Lad pada tempat D, timbul suatu hubungan yang lebih kuat dengan DW2.

Hubungan pertama dengan 87 dihasilkan dari hubunBan yang tidak seimbang antara B7 dan DW2. Dengan dibawanya perbedaan pendapat itu ke suatu tingkat lebih lanjut, tak satu pun dapat menghindarkan kemungkinan mendapat suatu hubungan lebih besar yang sejajar dengan gen lain yang mempunyai hubungan erat. Sudah pasti penemuan-penemuan ini menimbulkan pemikiranpemikiran dari gen-gen reaksi imun dan, pada kasus multipel sklerosis, tampaknya bahwa DW2 perlu dihubungkan secara negatif dengan suatu respons sel-T terhadap penyakit campak sejak kerusakan kekebalan berperantaraan sel terhadap virus ini hingga kini adalah satu-satunya kelainan imunologik utama yang diketahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>