HUBUNGAN DENGAN PRODUKSI ANTIBODI

Dulu sering kali sensitivitas lambat dianggap sebagai suatu tahap penting dalam proses pembentukan antibodi. Sekarang kita ketahui bahwa hal tersebut tidaklah betul-betul demikian. Polisakarida pneumokokus pada tikus merangsang pembentukan antibodi tetapi bukan CMI. Penyuntikan antigen-antigen tertentu dalam bentuk larutan diikuti antigen dalam adjuvan Freund secara selektif akan sedikit lebih menekan kekebalan selular bila dibandingkan dengan penekanan terhadap obat tradisional untuk diabetes kering kekebalan humoral (penyimpangan kekebalan).

sel tTerakhir, orang-orang yang tidak punya sel-T tetap dapat membentuk antibodi meskipun kadang-kadang kurang efektif. Jelas ada hubungannya, tetapi walaupun demikian, dalam kerja sama antara sel-B dan sel-T (bandingkan dengpn Bab 3, hal. Zt) dan iika ada sebagian sel-T lain dapat memberi reaksi CMI dan penolong-T terangsang oleh antigen yang diberikan maka dengan demikian tidak akan dipedukan lagi produksi antibodi melalui sel-T dalam hubungan dengan reaksi CMI tadi. Jadi penemlran mengenai hipersensitivitas perantara sel pada penderita-penderita alergi atopik mungkin menggambarkan fakta bahwa antibodi IgE terhadap serbuk

sari tumbuh-tumbuhan dan lain-lain alergen hanya akan terbentuk bila jumlah sel-T yang sesuai dan peka mencukupi untuk kerja sama. Peningkatan produksi andbodi terhadap antigen-antigen protein yang tercampur dalam adjuvan Freund lengkap sebagian disebabkan oleh efek antiBen yang terkumpul, tetapi juga sebagai akibat dari rangsangan sel-T yang kuat yang akan menaikkan baik kerja sama sel-T dan perkembangan hipersensitivitas tipe lambat. Mungkin baik kalau diingat bahwa adjuvan Freund sangat berpengaruh terhadap peningkatan reaksi antibodi pada antigen-antigen yang tergantung pada timus, yaitu di mana diperlukan untuk kerja sama yang nyara. (Gambar 5.18)

Tipe I – hipersensitiaitas anafilaktik

Tergantung pada reaksi antara antigen dengan antibodi IgE khusus yang terikat pada mastosit melalui Fc-nya, yang melepaskan mediator-mediator histamin, substansi reaksi lambat-A dan faktor pengaktif trombosit serta suatu faktor kemotaktik eosinofil. Eosinofil menetralkan mediatormediator mastosit. Hay feoer dan asma merupakan kelainan alergi atopik yang terbanyak ditemukan. Antigen yang menjadi biang keladi diidentifikasi dengan tes kulit yang segera akan memberikan reaksi pembengkakan dan kemerahan atau dengan menggunakan tes provokasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>