Dengan palpasi nadi kita meneliti

Dengan adanya palpitasi nadi kita dapat meneliti sebagai berikut :

(1) frekuensi nadi,

(2) irama nadi,

(3) ciri2 denyutan,

(4) isi nadi dan

(5) keadaan dinding pembuluh darah.

Pembuluh Nadi

(l) Frekuensi nadi Frekuensi nadi ialah jumlah denyut nadi selama satu menit. Kita menghitung denyut nadi se-kurang2nya selama setengah menit. Frekuensi nadi yang normal untuk orang dewasa adalah antara 60-90, biasanya 70-75.Pada anak2 dan wanita frekuensi nadi sedikit lebih cepat. Demikian juga halnya waktu berdiri, sedang makan, mengeluarkan tenaga atau waktu mengalami emosi. Frekuensi nadi yang dianggap abnormal adalah lebih dari 100 dan kurangdari 60. Nadi yang cepat dinamakan takhikardia atau pulsus frekuens dan nadi yang lambat dikenal sebagai bradikardia atau pulsus rarus. Pulsus frekuens dijumpai pada demam tinggi, tirotoksikosis, infeksi streptokokus, difteria dan berbagai jenis penyakit jantung, seperti supraventrikular takhikardia paroksismalis (atrium fibrilasi dan “atrium flutter”) dan ventrikulat takhikardia. Nadi yang lambat terdapat pada penyakit miksudema, penyakit kuning, demam enteritis dan tifoid.

(2) lrama nadi Setelah frekuensi nadi diketahui maka kita menentukan cara menghilangkan sakit diabetes irama nadi Denyut nadi sifatnya teratur pada orang yang sehat, akan tetapi nadi yang tak-teratur belum tentu berarti abnormal. Aritmia sinus adalah gangguan irama nadi, di mana frekuensi nadi menjadi cepat pada waktu inspirasi dan melambat pada ekspirasi. Hal demikian adalah normal dan mudah dijumpai pada anak-anak. Jenis nadi tak-teratur lainnya adalah ab-normal. Pada gangguan hantaran impuls jantung (secara singkat dinamakan gangguan hantaran jantung), dapat terjadi keadaan di mana tiap tiap dua denyut jantung dipisahkan sesamanya oleh waktu yang lama, karena satu di antara tiap-tiap dua denyut menghilang. Nadi semacam ini dinamakan pulsus bigeminus. Kalau tiap tiap 3 denyut diceraikan oleh masa antara denyut nadi yang lama. nadi semacam itu dinamakan pnlsus trigeminus. Masa antara denyutan nadi (interval) yang memanjang dapat ditemukan juga jika terdapat satu denyut tambahan vang timbul lebih dini dari pada denyutan denyutan lain yang menyusulnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>