Bagian prekordium di samping sternum dapat bergerak naik-turun seirama dengan diastolik dan sistolik

Tanda ini terdapat pada ventrikel kanan yang membesar. Apabila di dada bagian atas terdapat denyutan maka kita harus curiga akan adanya kelainan pada aorta. Aneurisma aorta asendens dapat menimbulkan denyutan di ruang sera iga ke-2 seberah kanan, sedangkan denyutan pada daerah sela iga ke-2 di sebelah kiri menunjukkan adanya dilatasi arteria pulmonalis (akibat duktus arteriosus yang utuh, stenosis katup mitralis, aneurisma arteria pulmonalis) dan aneurisma aorta desendens. Denyutan2 yang diuraikan di atas adalah denyutan yang menimbul. Pergerakan retraksi adalah lawan daripada denyutan, yaitu pergerakan setempat yang menarik ke dalam. Gejala ini dapat dilihat pada daerah prekordium jika terdapat perikarditis adhesiva atau pada penderita dengan insufisiensi katup trikuspidalis dan insufisiensi aorta. Tarikan setempat itu Serjalan seirama dengan denyutan sistolik.

(4) Denyutan vena

jantung2Vena yang tampak pada dada dan punggung tidak menuniukkan denyutan. cara pemeriksaannya sudah diterangkan terdahulu. Vena yang menunjukkan denyutan hanyalah vena iugularis interna dan eksterna saja. Dalam pemeriksaan jantung perhatian dicurahkan kepada denyut vena jugularis interna yang telah dibahas terlebih dahulu. oleh karena itu hendaknya pembaca mempelajari hal itu dalam bab “Pemeriksaan kepala dan leher”

PALPASI PREKORDIUM

Dengan melakukan palpasi prekordium dapat kita menguatkan apa yang telatr didapati dengan jalan inspeksi. Juga ke-ragu2an yang kita dapati pada inspeksi dapat dipastikan dengan jalan palpasi. Di samping itu denyutan yang tidak tampak dapat juga ditemukan dengan palpasi. Palpasi pada prekordium harus dilakukan dengan memakai telapak tangan dahulu dan baru kemudian memakai ujung2 jari. Baik memakai telapak tangan maupun ujung2 jari, palpasi mula2 harus dilakukan dengan menekan secara ringan dan kemudian dengan tekanan yang keras. Sebaiknya kita berdiri di sebelah kanan pasien yang diperiksa, sedang pasien dalam sikap duduk dan kemudian , dalam sikap berbaring telentang. Telapak tangan pemeriksa diletakkan pada prekordium dengan ujung2 jari menuju ke samping kiri toraks. Hal ini dilakukan untuk memeriksa denyutan apeks. Setelah itu tangan kanan pemeriksa menekan lebih keras untuk menilai kekuatan denyutan apeks. Jika denyut apeks sudah ditentukan dengan palpasi memakai telapak tangan, kita palpasi denyut apeks dengan memakai ujung2 jari telunjuk dan tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>