Antibodi terhadap hormon seperti insulin dan TSH dapat digunakan untuk meneliti spesifisitas reaksi-reaksi

insulines

Kekhususan aktivitas serum yang menyerupai insulin pada lemak epididimal tikus dapat diperiksa melalui efehnetralisasi suatu serumanti. Antibodi-antibodi demikian dapat efektif in aiao dan sebagai bagian dari usaha sedunia untuk membatasi penduduk, sedang diusahakan imunisasi terhadap gonadotropin korion dengan memakai fragmen-fragmen rantai-betha yang tergabung dengan pembawa-pembawa yang sesuai, karena hormon ini diperlukan untuk obat tradisional penyakit diabetes melitus mempertahankan telur yang telah dibuahi.

Pembentukan garis-garis presipitat dalam agar-agar bila antigen bereaksi dengan antibodi, dapat dipakai secara kuantitatif untuk mempelajari jumlah komponen-komponen yang bereaksi dan hubungan imunologik antara pelbagai antigen (sistem difusi ganda Ouchterlony) dan mobilitas elektroforetik dari antigen-antigen (imunoelektroforesa). Pengukuran kuantitatif konsentrasi antigen dilakukan melalui imunodifusi radial tunggal, elektroforesa “roket”, dan elektroforesa dua dimensi. Teknik-teknik radioisotop untuk menentukan kadar antibodi dalam serum antara lain ialah: (a) penambahan antigen bertanda radioaktif dan penentuan jumlah yang terikat pada antibodi oleh amonium sulfat atau suatu presipitasi antibodi kedua (daya ikat antigen) dan (b) penentuan jumlah antibodi yang terikat pada intigen yang tidak dapat larut dengan penambahan anti-Ig bertanda (misalnya “tes tabung”).

Penentuan secara radioimun ialah suatu bentuk analisa penjequhan dalam mana bahan yang diperiksa berlomba dengan antigen yang diberi tanda untuk mengikat sejumlah antibodi yang terbatas; jumlah radioisotop yang terlepas merupakan jumlah antigen dalam bahan pemeriksaan. Lokalisasi antigen dalam jaringan, dalam sel-sel atau pada permukaan sel dapat ditentukan secara mikroskopik dengan menggunakan antibodi bertanda cat yang berfluoresensi atau enzim-enzim seperti peroksidasa, yang hasil reaksinya dapat segera terlihat. Pada tes langsung, antibodi bertanda dicampurkan langsung pada jaringan yang diperiksa; pada tes tidak langsung “tanda” dihubungkan dengan suatu anti-Ig yang dipakai sebagai antibodi kedua.

Reaksi antibodi dengan antigen permukaan sel dapat menghasilkan aglutinasi, peningkatan fagositosis, atau pembunuhan ekstraselular, rangsangan metabolik dan mitosis, dan sitotoksisitas yang disebabkan komplemen. Komplemen, seperti sistem-sistem pembekuan darah, fibrinolisa dan kallikrein, melibatkan suatu aliran enzim yang berkomponen banyak, dalam mana komponen pertama pada penggiatan awal memisahkan suatu pepdda kecil dari beberapa molekul komponen kedua, dan tiap molekul ini masing-masing menjadi suatu enzim aktif yang mampu bertindak terhadap komponen ketiga dan selanjutnya; sejumlah kecil peristiwa-peristiwa pemula menghasilkan suatu peristiwa besar melalui cara pembesaran ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>