Dengan kehidupan yang rata-rata hampir mencapai lima puluh tahun, orang India dan Pakistan sedikit bernasib lebih baik

Di mana kematian banyak terdapat di kalangan orang muda, dengan sendirinya harapan hidup rata-rata rendah, meskipun banyak di antara mereka yang berhasil melampaui masa kecil bisa hidup sampai tua renta. Harapan hidup bayi-bayi mereka seimbang dengan bayi-bayi yang lahir di Amerika Serikat dan Britania Raya di tahun 1g00. Data-data yang bisa diandalkan tentang arah gejala kesehatan di kalangan ke-800 juta penduduk Tiongkok sulit diperoleh, akan tetapi sejumlah perkiraan yang bisa dipercaya menyimpulkan bahwa harapan hidup di Tiongkok adalah enampuluh dua tahun. Usia rata-rata di sebagian besar negara Asia dan Timur Tengah, umumnya berkisar dari limapuluh hingga tujuh puluh tahun.

Screenshot_1Negara-negara Amerika Latin dan Karibia menunjukkan rata-rata nasional yang tinggi dan paling konsisten di antara kawasan “yang tak begitu berkembang”, dengan harapan hidup umumnya mencapai enampuluh tahun. Namun, bahkan di Belahan Bumi Barat, penduduk di beberapa negara yang termiskin – termasuk Haiti. Guatemala, Nikaragua dan Hondarus – mempunyai usia rata-rata di bawah limapuluh lima tahun. Angka kematian bayi juga berguna sebagai pengukur kesehatan Mortalitas bayi yang mencerminkan kematian di kalangan bayi sebelum mereka mencapai usia satu tahun boleh jadi merupakan indikator bagi kondisi-kondisi sosial dan kesehatan yang lebih peka dibanding dengan harapan hidup rata-rata. Bayi dan anak kecil adalah korban yang paling rawan dari kelangkaan persediaan makanan, sanitasi yang menyedihkan, dan perawatan kedokteran yang tak memadai. Angka kematian bayi terendah adalah di Swedia. Hanya sembilan dari tiap seribu Swedia yang meninggal sebelum mencapai usia setahun.

Mortalitas bayi di negara-negara yang lebih maju lainnya berkisar antara sepuluh hingga duapuluh lima per seribu. Dengan kata lain, hanya satu atau dua dari tiap seratus bayi di negara-negara ini yang meninggal sebelum berusia satu tahun. Sebaliknya, satu dari tigabelas bayi di Amerika Latin, satu dari tujuh bayi di anak-benua India, dan satu dari lima bayi di beberapa bagian di Afrika meninggal sekitar umur itu. Sekian kesenjangan internasional dalam tingkat kematian bayi dan anak-anak menunjukkan perbedaanyang paling drastis dalam kondisi kesehatan bangsa-bangsa miskin dan kaya.

IMUNODIFUSI RADIAL TUNGGAL (IDRT)

Bila antigen berdifusi dari sumur ke dalam agar-agar yang inengandung serum-anti sesuai yang telah diencerkan, pada mulanya akan terdapat dalam konsentrasi yang relatif tinggi dan membentuk kompleks-kompleks yang dapat larut; dengan berdifusi lebih jauh lagi konsentrasi antigen akan menurun sampai tercapai titik di mana kedua reaktan terdapat dalam perbandingan yang optimal dan terbentuklah suatu cincin presipitat. Makin tinggi tonsentrasi antigen, makin besar diameter cincin presipitat (Gambar 5.3). Dengan misalnya menggunakan dga macam ukuran konsentrasi antigen dalam. lempeng agar-agar, suaru kurva kalibrasi dapat diperoleh dan digunakan unruk menentukan cara mengobati diabetes melitus secara alami jumlah antigen dalam bahan-bahan pemeriksaan yang sedang diperiksa (Gambar 5.a). Metode ini biasa dipakai dalam imunologi klinik, terutama untuk penentuan imunoglobulin, dan juga untuk komponen-komponen seperti globulin-B1s (komponen ketiga dari komplemen), transferin, protein C-reaktif dan protein embrionik, x-foetoprotein yang ada hubungan dengan tumor hati tertentu

400px-Nitration2

Asal-usul pola-pola ini diterangkan pada Gambar 5.2. Harus ditekankan di sini bahwa meskipun pada kasus garis presipitasi yang bersatu, hal ini hanya berarti kesamaan imunologik berdasarkan  serum-anti yang dipakai, tidak perlu adanya kesamaan molekular. Misalnya, antibodi murni terhadap hapten dinitrobenzena akan menghasilkan garis presipitasi yang bersatu bila ditempatkan gabungan dinitrobenzena – albumin telur dan dinitrobenzena albuniin serum dalam dua sumur yang bersebelahan. Bila terdapat reagen dalam perbandingan yang seimbang, garis yang terbentuk umumnya berbentuk cekung terhadap sumur yang mengandung reaktan dengan berat molekul yang lebih tinggi, apakah itu antigen atau antibodi. Hal ini biasanya sebagai akibat kecepatan difusi yang lebih lambat pada molekul-molekul yang lebih besar. Metode presipitasi agar-agar dapat ditingkatkan kepekaannya dengan mencampurkan serum-anti dalam ager-agar dan membiarkan antigen berdifusi ke dalamnya; dapat digunakan serum sampai 90% dalam agar-agar (Feinberg). Metode imunodifusi radial tunggal ini digunakan untuk penentuan antigen secara kuantitatif.

IMUNOELEKTROFORESA

Prinsip imunoelektroforesa telah dilukiskan di depan (hal. 31). Metode ini berharga untuk identifikasi antigen melalui mobilitas elektroforetiknya, terurama bila terdapat pula antigen-antigen lain. Dalam imunologi klinik, keterangan semikuantitatif mengenai konsentrasi-konsentrasi imunoglobulin dan identifikasi protein mieloma diperoleh dengan teknik ini.

Satu faktor dilepaskan dari sel-T yang peka dirangsang oleh antigen invitro

APA-500pxSebagai suatu molekul yang dapat larut (? reseptor sel-T), yang bukan merupakan suatu imunoglobulin dan yang menggantikan aktivitas pembantu sel-T melalui penggabungan dengan faktor limfosit-B yang terdapat pada permukaan sel sebagai molekul akseptor. Inilah mungkin yang akan memberi “tanda kedua” (Gambar- gambar 3.12 & 3. 14) yang diperlukan untuk induksi sel-B. Makrofaga mengandung pula antigen Ai yang dapat berlaku sebagai cara mengobati penyakit diabetes melitus secara alami akseptor untuk faktor sel-T yang dapat larut dan menyediakan, mekanisme melalui mana makrofaga ikut serta dalam proses koperatif. Telah ditemukan jenis-jenis  responsden rendah  yangadahubungan dengan H-2 yang tidak memiliki salah satu atau kedua-dua gen yang bertanggung jawab dalam pembentukan kedua faktor ini.

Jadi pada mencit, pada mana KHU dinamakan sebagai daerah H-2, S€rlua jenis mencit yang tergolong dalam terhadap kelompok H-2b bereaksi baik antigen polipeptida bercabang sintetik TGAL (suatu inti polisin dengan rantai samping dari polialanin yang secara acak (random) ditandai pula dengan residu campuran rirosin dan glutamil), sedangkan mencit dari jenis H-2″ kurang bereaksi. Dengan antigen sintetik yang lain (HGAL, mengandung histidin sebagai ganti tirosin) kedudukan berbalik, “responden TGAL yang kurang baik” sekarang memberikan respons antibodi yang baik dan “responden TGAL yang baik” memberikan reaksi yang lemah.

Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan sesuatu jenis tikus tertentu dalam memberikan reaksi tinggi atau rendah tergantung pada jenis antigen dan tidak merupakan sifat umum dari reaksi terhadap kompleks antigen, sama seperri yang diperlihatkan oleh mencit Biozzi (di atas). Daerah H.2 pada mencit telah dipetakan dengan baik dan daerah I yang menandai rempar gen Ri telah ditemukan di dalam kompleks ini dekat pada ujung H-2K (lihat Gambar 8.4, hal. 257). Serum-anti yang dibuat di antara jenis-jenis mencit ini telah dapat menentukan antigen Ai (antigen respons imun yang berhubungan dengan gen) yang secara umum sama dengan 3 subdaerah genetik lainnya, I-A, I-B, I-C. Gen Ri kelihatannya tidak mempengaruhi perangsangan sel-B oleh antigen yang tidak terganrung pada T tetapi lebih mengendalikan respons bersama terhadap antigen yang rergantung pada T, melalui pembuatan dua faktor Ai positif yang berlainan, masing-masing oleh sel-B dan sel-T.

HUBUNGAN DENGAN PRODUKSI ANTIBODI

Dulu sering kali sensitivitas lambat dianggap sebagai suatu tahap penting dalam proses pembentukan antibodi. Sekarang kita ketahui bahwa hal tersebut tidaklah betul-betul demikian. Polisakarida pneumokokus pada tikus merangsang pembentukan antibodi tetapi bukan CMI. Penyuntikan antigen-antigen tertentu dalam bentuk larutan diikuti antigen dalam adjuvan Freund secara selektif akan sedikit lebih menekan kekebalan selular bila dibandingkan dengan penekanan terhadap obat tradisional untuk diabetes kering kekebalan humoral (penyimpangan kekebalan).

sel tTerakhir, orang-orang yang tidak punya sel-T tetap dapat membentuk antibodi meskipun kadang-kadang kurang efektif. Jelas ada hubungannya, tetapi walaupun demikian, dalam kerja sama antara sel-B dan sel-T (bandingkan dengpn Bab 3, hal. Zt) dan iika ada sebagian sel-T lain dapat memberi reaksi CMI dan penolong-T terangsang oleh antigen yang diberikan maka dengan demikian tidak akan dipedukan lagi produksi antibodi melalui sel-T dalam hubungan dengan reaksi CMI tadi. Jadi penemlran mengenai hipersensitivitas perantara sel pada penderita-penderita alergi atopik mungkin menggambarkan fakta bahwa antibodi IgE terhadap serbuk

sari tumbuh-tumbuhan dan lain-lain alergen hanya akan terbentuk bila jumlah sel-T yang sesuai dan peka mencukupi untuk kerja sama. Peningkatan produksi andbodi terhadap antigen-antigen protein yang tercampur dalam adjuvan Freund lengkap sebagian disebabkan oleh efek antiBen yang terkumpul, tetapi juga sebagai akibat dari rangsangan sel-T yang kuat yang akan menaikkan baik kerja sama sel-T dan perkembangan hipersensitivitas tipe lambat. Mungkin baik kalau diingat bahwa adjuvan Freund sangat berpengaruh terhadap peningkatan reaksi antibodi pada antigen-antigen yang tergantung pada timus, yaitu di mana diperlukan untuk kerja sama yang nyara. (Gambar 5.18)

Tipe I – hipersensitiaitas anafilaktik

Tergantung pada reaksi antara antigen dengan antibodi IgE khusus yang terikat pada mastosit melalui Fc-nya, yang melepaskan mediator-mediator histamin, substansi reaksi lambat-A dan faktor pengaktif trombosit serta suatu faktor kemotaktik eosinofil. Eosinofil menetralkan mediatormediator mastosit. Hay feoer dan asma merupakan kelainan alergi atopik yang terbanyak ditemukan. Antigen yang menjadi biang keladi diidentifikasi dengan tes kulit yang segera akan memberikan reaksi pembengkakan dan kemerahan atau dengan menggunakan tes provokasi.

Antibodi terhadap hormon seperti insulin dan TSH dapat digunakan untuk meneliti spesifisitas reaksi-reaksi

insulines

Kekhususan aktivitas serum yang menyerupai insulin pada lemak epididimal tikus dapat diperiksa melalui efehnetralisasi suatu serumanti. Antibodi-antibodi demikian dapat efektif in aiao dan sebagai bagian dari usaha sedunia untuk membatasi penduduk, sedang diusahakan imunisasi terhadap gonadotropin korion dengan memakai fragmen-fragmen rantai-betha yang tergabung dengan pembawa-pembawa yang sesuai, karena hormon ini diperlukan untuk obat tradisional penyakit diabetes melitus mempertahankan telur yang telah dibuahi.

Pembentukan garis-garis presipitat dalam agar-agar bila antigen bereaksi dengan antibodi, dapat dipakai secara kuantitatif untuk mempelajari jumlah komponen-komponen yang bereaksi dan hubungan imunologik antara pelbagai antigen (sistem difusi ganda Ouchterlony) dan mobilitas elektroforetik dari antigen-antigen (imunoelektroforesa). Pengukuran kuantitatif konsentrasi antigen dilakukan melalui imunodifusi radial tunggal, elektroforesa “roket”, dan elektroforesa dua dimensi. Teknik-teknik radioisotop untuk menentukan kadar antibodi dalam serum antara lain ialah: (a) penambahan antigen bertanda radioaktif dan penentuan jumlah yang terikat pada antibodi oleh amonium sulfat atau suatu presipitasi antibodi kedua (daya ikat antigen) dan (b) penentuan jumlah antibodi yang terikat pada intigen yang tidak dapat larut dengan penambahan anti-Ig bertanda (misalnya “tes tabung”).

Penentuan secara radioimun ialah suatu bentuk analisa penjequhan dalam mana bahan yang diperiksa berlomba dengan antigen yang diberi tanda untuk mengikat sejumlah antibodi yang terbatas; jumlah radioisotop yang terlepas merupakan jumlah antigen dalam bahan pemeriksaan. Lokalisasi antigen dalam jaringan, dalam sel-sel atau pada permukaan sel dapat ditentukan secara mikroskopik dengan menggunakan antibodi bertanda cat yang berfluoresensi atau enzim-enzim seperti peroksidasa, yang hasil reaksinya dapat segera terlihat. Pada tes langsung, antibodi bertanda dicampurkan langsung pada jaringan yang diperiksa; pada tes tidak langsung “tanda” dihubungkan dengan suatu anti-Ig yang dipakai sebagai antibodi kedua.

Reaksi antibodi dengan antigen permukaan sel dapat menghasilkan aglutinasi, peningkatan fagositosis, atau pembunuhan ekstraselular, rangsangan metabolik dan mitosis, dan sitotoksisitas yang disebabkan komplemen. Komplemen, seperti sistem-sistem pembekuan darah, fibrinolisa dan kallikrein, melibatkan suatu aliran enzim yang berkomponen banyak, dalam mana komponen pertama pada penggiatan awal memisahkan suatu pepdda kecil dari beberapa molekul komponen kedua, dan tiap molekul ini masing-masing menjadi suatu enzim aktif yang mampu bertindak terhadap komponen ketiga dan selanjutnya; sejumlah kecil peristiwa-peristiwa pemula menghasilkan suatu peristiwa besar melalui cara pembesaran ini.

Jarak antara molekul menjadi sangat pendek dan gaya-gaya interaksi protein tidak khusus menjadi sangat besar

Dengan mempunyai bentuk-bentuk awan elektron pelengkap pada  tempat penggabung antibodi dan permukaan penentu antigen, kedua jenis molekul akan bergabung dengan baik bagaikan lubang kunci dengan anak kuncinya (Gambar t.ll). makin besar daerah penggabungan antigen dengan obat herbal sakit kencing manis antibodi, makin besar gaya tarik di antaranya, terutama bila terdapat muatan-muatan dan gugus-gugus hidrofobik yang cocok satu sama lain.

AFINITAS ANTIBODI

45-struktur-molekul-protein-breakingmuscle.com_Penggabungan antibodi dengan permukaan penenru suaru antigen atau suatu molekul hapten monovalen (bandingkanlah dengan Gambar 1.4d) dapat lepas kembali dan kecepatan lepas ini tergantung pada kekuatan ikatan. Hal ini dapat didefinisikan melalui konstanta keseimbangan (K) reaksi berikut: [Ab] merupakan konsenrrasi tempat (site) penggabung antibodi dan [Hp] merupakan konsentrasi hapten. Bila antibodi dan hapten sangar rapat ikatannya, keseimbangan akan tergeser ke kanan; antibodi yang sangat erat ikatannya pada hapten dinamakan antibodi berafinitas tinggi. pada suatu konsenirasi tertentu hapten bebas [Hpc] yang setengah dari tempat penggabung antibodinya telah berada dalam ikatan dengan hapten, maka [AbHp] =[Ab] dan K = 1/[Hpc], yaitu K sama dengan peibandingan terbalik konsentrasi hapten bebas pada titik keseimbangan pada waktu setengah tempat penggabung antibodi berada dalam bentuk terikat.

Dengan kata lain, bila sesuatu antibodi mempunyai suatu konstanta afinitas tinggi dan mengikat hapten dengan erat, maka hanya diperlukan konsentrasi hapten yang rendah untuk mengikat setengah dari antibodi. Konstanta afinitas yang dapat ditentukan dengan cara-cara seperti pada Gambar 1 . 8, dapat mencapai nilai setinggi 1010 liter/mol. Analisa ikatan pada pelbagai konsentrasi hapten umumnya menunjukkan heterogenitas pada airtibodi yang dibentuk tubuh.

Ini menunjukkan bahwa kebanyakan serum-anri, juga yang dibentuk terhadap antigen dengan struktur sederhana, mengandung pelbagai jenis antibodi dengan beraneka afinitas ikatannya, tergantung pada daerah kontak antara antibodi dan permukaan penentu antigen, kerapatan ikatan antibodi-antigen (Gambar 1.9), dan pembagian gugus-gugus bermuatan dan hidrofobik. Bila diingat bahwa permukaan penentu antigen ddak bersifat dua dimensi tetapi mempunyai bentuk awan elektron tiga dimensi, dapatlah dimengerti bahwa antibodi menghadapi pelbagai bentuk berlainan, meskipun terhadap satu permukaan penentu, terganrung dari arah mana molekul antibodi mendekati antigen. Suatu faktor lain perlu pula diperhatikan; molekul antibodi dalam batas rertentu mungkin dapat menyesuaikan diri pada bentuk permukaan penenru antigen dan Kabat telah menarik perhatian pada jumlah glisin yang luar biasa di sekitar daerah penggabungan, yang.dapat memberi fleksibilitas tinggi pada bentuk itu.

Pada setiap spesies bertulang belakang ada suatu kompleks histokompatibilitas utama

Yang bertanggung jawab dalam menimbulkan reaksi-reaksi pencangkokan yang lebih kuat. Antigen-antigen KHU yang diturunkan dari ibu dan ayah menunjukkan secara kodominan pada permukaan sel. KHU pada mencit (H-2) adalah suaru daerah kompleks dengan dua rempat yang memberikan antigen-antigen utama, H-zK dan H-zD masing-masing dengan beberapa spesifisitas polimorfik yang ditetapkan oleh antibodi-antibodi yang dibentuknya dengan cepai (faktor-faktor penentu yang ‘ditentukan secara serologik’). Molekul-molekul itu mengandung dua peptida daripada kekhususan H-2 dan dua peptida mikroglobulin-B2.

7210Daerah utama yang lain, I, tanda untuk faktor yang menentukan dari limfosit-limfosit yar,g mengaktifkan (Fla) yang menimbulkan suatu reaksi proliferasi dari limfosit campuran dan pembentukan blas secara genetik saling mempengaruhi limfosit-limfosit yang tak sama; reaksi ini merangsang pembentukan sel-sel-T pembantu yang dibutuhkan untuk membangkitkan sel-sel-T sitotoksik langsung terhadap faktor-faktor H-2DIK yang menentukan (bandingkan dengan kerja sama T-B dengan pembawa-hapten), proses itu disebut limfolisis berperantaraan sel. Perbedaan-perbedaan Fla bertanggung jawab pada reaksi dari limfosit-limfosit cangkokan yang toleran terhadap antigen-antigen tuan rumah (c/t). Gen-gen pada semua KHU yang berhubungan secara erat cenderung diturunkan secdrd utuh dan ditunjuk sebagai suatu haplotipe.

KHU pada manusia (HLA) mempunyai 3 tepat (HLA-A, B dan C) untuk antigen-antigen yang ditentukan secara serologik dan satu (HLA-D) untuk Fla utama. Individu-individu digolongkan oleh antisera sitotoksik monospesifik dan oleh reaksi limfosit campuran. Yang kembar mempunyai suatu kemungkinan tanda-tanda | ; 4 yang berkenaan dengan KHU. Cangkokan-cangkokan ditolak baik oleh sel-sel-T sitotoksik maupun oleh antibodi yang menyebabkan penggumpalan platelet atau reaksi-reaksi hipersensitivitas tipe II (sitotoksisitas berperantaraan sel bergantung antibodi). Penolakan dapat dicegah dengan:

(1) menyesuaikan jaringan termasuk tempatD,

(2) obat-obat antimitosis (misalnya azatioprin), steroid-steroid antiradang dan globulin antilimfosit yang menghasilkan imunosupresi umum,

(3) penekanan antigen khusus melalui induksi toleransi (sukar) atau peningkatan dengan imunisasi yang sengaja dilakukan (mungkin terhadap Fla-nya).

Cangkokan selaput bening mata dan tulang rawan adalah tanpa vaskular dan terrnasuk cukup toleran. Pencangkokan ginjal telah lebih berkembang luas, walaupun imunosupresi harus secara normal diteruskan.

Hubungan KHU Dengan Sistem Komplemen

Gen-gen mengatur tingkat-tingkat C3, C4, C2, dan faktor B semuanya terletak dalam kompleks histokomPatibilitas utama. Sebagai tambahan, antisera terhadap HLA-EW4 dan 6 (bandingkan dengan tulisan, gambar 8.7) menghambat pembentukan roset-roset antira limfosit-limfosit manusia dan eritrosit-eritrosii yang diselubungi C3d. Kekurangan C2 pada manusia telah dihubungkan pada haplotipe HLA-410/BW18. Oleh karena itu gen-gen ini dihubungkan dengan C3 dan faktor-faktor yang bereaksi dengannya yaitu enzim-enzim cara klasik (C4, 2) dan cara lain (faktor B, C3b) yang memisahkan C3, bersamaan dengan tempat ikatan untuk C3d, dan kelompok- kelompoknya pada daerah ini bersifat merangsang untuk benindak. Salah satu fungsi KHU berhubungan dengan-inteiaksi antara sel-sel dalam reaksi imun dan ini menarik uniuk menganggap bahwa obat tradisional penyakit diabetes syarat-syarat C3 yanB berhubungan bertanggung jawab atas kejadian-kejadian interselular ini.

HUBUNGAN DENGAN PENYAKIT

sistem-komplemen-immunologi-13-638

Suatu bentuk data yang menarik dikumpulkan di mana dihubungkannya antigen HLA yang khas dengan keadaan penyakit khususnya pada manusia (Tabel 8.1). Akibat dari hubungan ydng tiddk seimbang (suatu keadaan di mana gen-gen yang mempunyai hubungan erat pada suatu kromosom cenderung untuk tetap berhubungan dan bukan mengalami randomisasi genetik pada sejumlah penduduk) di mana sering suatu gambaran dari keadaan kromosom ini, hubungan-hubungan yang tampak itu akan lebih berhubungan langsung dengan sebuah gen daripada menandai antigen HLA yang dipertanyakan itu. Misalnya pada multipel sklerosis suatu hubungan dengan alel B7 yang dibentuk pertama tetapi bila penderita-penderita digolongkan untuk Lad pada tempat D, timbul suatu hubungan yang lebih kuat dengan DW2.

Hubungan pertama dengan 87 dihasilkan dari hubunBan yang tidak seimbang antara B7 dan DW2. Dengan dibawanya perbedaan pendapat itu ke suatu tingkat lebih lanjut, tak satu pun dapat menghindarkan kemungkinan mendapat suatu hubungan lebih besar yang sejajar dengan gen lain yang mempunyai hubungan erat. Sudah pasti penemuan-penemuan ini menimbulkan pemikiranpemikiran dari gen-gen reaksi imun dan, pada kasus multipel sklerosis, tampaknya bahwa DW2 perlu dihubungkan secara negatif dengan suatu respons sel-T terhadap penyakit campak sejak kerusakan kekebalan berperantaraan sel terhadap virus ini hingga kini adalah satu-satunya kelainan imunologik utama yang diketahui.

Kompleks histokompatibilitas utama pada manusia

illustration_myelin-300x224Pada manusia sebagaimana Pada tikus-tikus iuga mempunyai satu golongan antigen yang menimbulkan reaksi kuat – sistem HLA. sistem ABD memberi antigen-antigen transPlantasi yang kuat. Dari empat lokus HLA penting yang ditemukan, HLA-A dan HLA-B mungkin merupakan pasangan antigen-antigen H-2K dan H-2D yang ditemukan secara serologik yang siap merangsang pembentukan antibodi-antibodi sitotoksik penangkap komplemen dan dapat digunakan untuk pemeriksaan jenis jaringan. Dalam prakteknya serum-serum spesifik tunggal dipilih dari orang-orang sakit yang mendapat transfusi darah lengkap dan dari orang-orang hamil multigravida yang sering menjadi imun terhadap antigen-antigen janin dengan kekhususan di mana tidak terdapat gen-gen ayah pada genom ibu.

Seseorang diperiksa dengan serangkaian pemeriksaan obat gula darah limfosit terhadap beberapa deret tetesan serum-serum tersebut yang telah dicampur komplemen, kematian sel biasanya ditunjukkan oleh ketidakmampuan mengeluarkan birutripan. Antigen-antigen yang menentukan pada pemeriksaan tersebut ditandai dengan 1,2,3,9,10,11,28 dan 29dengan arti hasil negatif dihubungkan secara sendiri-sendiri dengan kelompoknya, tidak seorangpun mempunyai lebih dari 2 antigen ini dan hanya satu saja yang diturunkan pada anak dari setiap orang tua; oleh karena mereka membentuk satu deretan alel menurut lokus HLA-A (gambar 8.7). HLA-B5,7,8,12,13,14,18 dan 27 menyusun lokus kedua. Jadi setiap heterozigot setiap lokus menunjukkan 4 HLA khusus utama yang ditentukan secara serelogik, dua berasal dari kromosom ibu dan dua dari ayah (gambar 8.7). antigen-antigen yang ditentukan secara serologik dirumuskan oleh lokus ketiga, HLA-C yang dapat merangsang reaksi yang lebih lemah.

Sebagian besar determinan-determinan pengaktif limfosit diatur oleh alele-alele pada lokus keempat, HLA-D. Penentuan jenis dilakukan dengan melihat RCL dengan satu sel homozigot yang terangsang. Penentuan sel dengan cara itu dapat digunakan untuk menentukan anak-anak dari saudara sePuPu (di mana terdapat kemungkinan 1:16 homozigot) atau dari penderita-penderita penyakit yang diketahui mempunyai hubungan erat dengan alele-alele D tertentu, misalnya sklerosis multipel dan HLA-OVz. Cara lain dengan menggunakan stimulator spermatozoa bila mereka hanya membantu satu haplotipe, spermatozoa menunjukan haplotipe-paternal lain dapat dihilangkan dengan antiserum sitotoksik yang sesuai dengan antigen-antigen lokus A atau B. Akhirnya penentuan jenis-ienis antigen HLA-D dapat dilakukan dan diharapkan lebih disukai daripada RCL yang lebih sukar dan lebih banyak memerlukan waktu.

Bagian prekordium di samping sternum dapat bergerak naik-turun seirama dengan diastolik dan sistolik

Tanda ini terdapat pada ventrikel kanan yang membesar. Apabila di dada bagian atas terdapat denyutan maka kita harus curiga akan adanya kelainan pada aorta. Aneurisma aorta asendens dapat menimbulkan denyutan di ruang sera iga ke-2 seberah kanan, sedangkan denyutan pada daerah sela iga ke-2 di sebelah kiri menunjukkan adanya dilatasi arteria pulmonalis (akibat duktus arteriosus yang utuh, stenosis katup mitralis, aneurisma arteria pulmonalis) dan aneurisma aorta desendens. Denyutan2 yang diuraikan di atas adalah denyutan yang menimbul. Pergerakan retraksi adalah lawan daripada denyutan, yaitu pergerakan setempat yang menarik ke dalam. Gejala ini dapat dilihat pada daerah prekordium jika terdapat perikarditis adhesiva atau pada penderita dengan insufisiensi katup trikuspidalis dan insufisiensi aorta. Tarikan setempat itu Serjalan seirama dengan denyutan sistolik.

(4) Denyutan vena

jantung2Vena yang tampak pada dada dan punggung tidak menuniukkan denyutan. cara pemeriksaannya sudah diterangkan terdahulu. Vena yang menunjukkan denyutan hanyalah vena iugularis interna dan eksterna saja. Dalam pemeriksaan jantung perhatian dicurahkan kepada denyut vena jugularis interna yang telah dibahas terlebih dahulu. oleh karena itu hendaknya pembaca mempelajari hal itu dalam bab “Pemeriksaan kepala dan leher”

PALPASI PREKORDIUM

Dengan melakukan palpasi prekordium dapat kita menguatkan apa yang telatr didapati dengan jalan inspeksi. Juga ke-ragu2an yang kita dapati pada inspeksi dapat dipastikan dengan jalan palpasi. Di samping itu denyutan yang tidak tampak dapat juga ditemukan dengan palpasi. Palpasi pada prekordium harus dilakukan dengan memakai telapak tangan dahulu dan baru kemudian memakai ujung2 jari. Baik memakai telapak tangan maupun ujung2 jari, palpasi mula2 harus dilakukan dengan menekan secara ringan dan kemudian dengan tekanan yang keras. Sebaiknya kita berdiri di sebelah kanan pasien yang diperiksa, sedang pasien dalam sikap duduk dan kemudian , dalam sikap berbaring telentang. Telapak tangan pemeriksa diletakkan pada prekordium dengan ujung2 jari menuju ke samping kiri toraks. Hal ini dilakukan untuk memeriksa denyutan apeks. Setelah itu tangan kanan pemeriksa menekan lebih keras untuk menilai kekuatan denyutan apeks. Jika denyut apeks sudah ditentukan dengan palpasi memakai telapak tangan, kita palpasi denyut apeks dengan memakai ujung2 jari telunjuk dan tengah.